Pasar mobil listrik Indonesia mulai memasuki fase yang lebih menarik. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan harga tinggi dan orientasi gaya hidup premium, kini mulai bermunculan model yang mencoba lebih realistis menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.
Salah satunya datang dari Geely Auto Indonesia melalui Geely EX2. Compact EV ini hadir dengan pendekatan yang cukup sederhana namun relevan: menawarkan kendaraan listrik yang efisien, mudah digunakan, dan tetap terjangkau untuk penggunaan sehari-hari.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, faktor efisiensi mulai menjadi pertimbangan utama. Konsumen kini tidak hanya melihat desain atau teknologi, tetapi juga mulai menghitung biaya penggunaan harian secara lebih detail. Inilah celah yang tampaknya coba dimanfaatkan Geely melalui EX2.
Dengan konsumsi daya diklaim hanya 11,8 kWh per 100 km dan biaya penggunaan harian sekitar Rp10 ribuan, Geely EX2 mencoba memosisikan diri sebagai alternatif kendaraan perkotaan yang lebih ekonomis dibanding mobil konvensional berbahan bakar minyak.

Menariknya, Geely tidak hanya fokus pada aspek efisiensi, tetapi juga mencoba membangun karakter kendaraan yang lebih fun dan modern. Hal itu terlihat dari desain eksterior yang cukup atraktif lewat Smiling Front Grille, lampu LED bergaya feather-flow, hingga velg 16 inci dengan desain four-leaf clover yang membuat tampilannya terasa berbeda dibanding kebanyakan compact EV lain di kelasnya.
Dimensinya yang ringkas juga terasa pas untuk penggunaan urban. Dengan panjang sekitar 4,1 meter dan radius putar hanya 4,95 meter, EX2 cukup ideal digunakan menghadapi jalan perkotaan yang padat maupun area parkir sempit.
Namun yang cukup menarik justru ada di bagian kabin. Geely EX2 menawarkan ruang penyimpanan yang melimpah dengan total 36 kompartemen di berbagai sisi interior. Ditambah front trunk 70 liter dan bagasi belakang hingga 375 liter yang bisa diperluas menjadi 1.320 liter, mobil ini terasa cukup fleksibel untuk kebutuhan harian maupun perjalanan singkat luar kota.
Di sektor pengendaraan, Geely EX2 menggunakan sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Konfigurasi seperti ini sebenarnya cukup jarang ditemui di mobil listrik kompak dengan harga terjangkau. Dipadukan dengan multi-link suspension, EX2 mencoba menawarkan karakter berkendara yang lebih stabil dan responsif dibanding city EV pada umumnya.

Untuk urusan daya jelajah, Geely mengklaim EX2 mampu menempuh jarak hingga 395 km dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut cukup kompetitif untuk kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan antarkota jarak menengah. Dukungan DC fast charging yang mampu mengisi baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit juga menjadi nilai tambah penting bagi pengguna aktif.
Di varian tertinggi Max, Geely juga mulai membawa fitur keselamatan yang cukup lengkap melalui teknologi ADAS dengan 12 fungsi bantuan berkendara. Kehadiran kamera 540 derajat dan enam airbags semakin memperlihatkan bahwa mobil listrik entry level kini mulai menawarkan fitur yang sebelumnya hanya tersedia di segmen lebih mahal.
Yang membuat Geely EX2 cukup menarik adalah strategi harga dan pembiayaannya. Dengan banderol mulai Rp239 jutaan untuk varian Pro dan Rp269 jutaan untuk varian Max, EX2 masuk ke area harga yang mulai realistis untuk pasar kendaraan listrik Indonesia saat ini.
Ditambah berbagai program kredit, subsidi bunga, hingga cicilan bunga nol persen, Geely tampaknya ingin memperluas pasar EV bukan hanya untuk early adopter, tetapi juga konsumen umum yang mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai kendaraan utama.
Tentu tantangan terbesar Geely bukan hanya soal produk, tetapi juga membangun kepercayaan merek dan jaringan layanan di Indonesia. Namun jika strategi harga, fitur, dan efisiensi ini mampu dipertahankan, Geely EX2 berpotensi menjadi salah satu compact EV yang cukup kompetitif di pasar otomotif nasional.
Pada akhirnya, mobil listrik seperti Geely EX2 menunjukkan bahwa arah perkembangan EV di Indonesia mulai bergeser. Bukan lagi sekadar soal teknologi futuristis, tetapi bagaimana kendaraan listrik bisa benar-benar masuk akal untuk digunakan setiap hari.

